Tampilkan postingan dengan label Sejarah Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Google. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2008

Cara Kerja Mesin Pencari

Cara Kerja Mesin Pencari



Mesin pencari web bekerja dengan cara menyimpan data tentang banyak halaman web, yang diambil langsung dari WWW, melalui web crawler.

Halaman-halaman ini diambil dengan web crawler — browser web otomatis yang mengikuti setiap tautan yang dilihatnya. Isi setiap halaman lalu dianalisis untuk menentukan cara mengindeksnya (misalnya, kata-kata diambil dari judul, subjudul, atau field khusus yang disebut meta tag).

Data tentang halaman web disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya. Sebagian mesin pencari, seperti Google, menyimpan seluruh atau sebagian halaman sumber (yang disebut cache) maupun informasi tentang halaman web itu sendiri.

Ketika seorang pengguna mengunjungi mesin pencari dan memasukkan query, biasanya dengan memasukkan kata kunci, mesin mencari indeks dan memberikan daftar halaman web yang paling sesuai dengan kriterianya, biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokumen dan terkadang sebagian teksnya.

Manfaat mesin pencari bergantung pada relevansi hasil-hasil yang diberikannya. Meskipun mungkin ada jutaan halaman web yang mengandung suatu kata atau frase, sebagian halaman mungkin lebih relevan, populer, atau autoritatif daripada yang lain.

Kebanyakan mesin pencari menggunakan berbagai metode untuk menentukan peringkat hasil pencarian agar mampu memberikan hasil "terbaik" lebih dahulu. Cara mesin menentukan halaman mana yang paling sesuai, dan urutan halaman-halaman itu diperlihatkan, sangat bervariasi. Metode-metodenya juga berubah seiring waktu dengan berubahnya penggunaan internet dan berevolusinya teknik-teknik baru.

Sebagian besar mesin pencari web adalah usaha komersial yang didukung pemasukan iklan dan karenanya sebagian menjalankan praktik kontroversial, yaitu membolehkan pengiklan membayar agar halaman mereka diberi peringkat lebih tinggi dalam hasil pencarian. Namun pada Google, iklan memiliki ruang tersendiri hasil pencarian tersendiri, sehingga diharapkan tidak mempengaruhi hasil pencarian.

___________
jack Febrian -- Dosen dan Praktisi Teknologi Informasi di Bandung. Telah menulis beberapa buku, diantaranya Menggunakan Internet, Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, Menjelajah Dunia dengan Google, Tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia, dll..

Google Membuat Banyak Orang Menjadi Pintar

Google Membuat Banyak Orang Menjadi Pintar



Tidak terbayangkan, apa yang harus dilakukan jika melakukan pencarian di internet tanpa adanya mesin pencari. Wah, betapa repotnya. Miliaran halaman web tersedia di internet, dan halaman-halaman tersebut selalu tumbuh setiap waktunya. Baik selaku pihak yang ingin berbagi informasi dengan domain mereka sendiri, seperti kalangan perusahaan, penerbitan, pemberitaan, hobbiest, kelompok diskusi, catatan pribadi, opini pribadi, dst., maupun melalui mesin-mesin yang menciptakan data dan informasi secara otomatis.

Berikut ini beberapa kejadian singkat yang menarik untuk diangkat dengan keberadaan mesin pencari, termasuk Google salah satunya.

Tugas Belajar/Kuliah

Saya jadi ingat ketika mengajar di perguruan tinggi, mahasiswa begitu hebatnya dalam menyelesaikan tugas mereka, misalnya diminta untuk mengetahui bagaimana cara kerja suatu alat, dalam beberapa hari, tugas-tugas mereka pun sudah terkumpul melalui e-mail. Bahkan ada yang kurang dari 24 jam, mereka sudah mampu memberikan laporan mereka.

Saya sendiri kadangkala tersenyum, belum tentu seluruh dosen pun dapat mengakses informasi seperti yang mereka lakukan. Bahkan untuk beberapa kasus, bisa saja siswa sekolah menengah lebih mudah mendapatkan berbagai informasi dibandingkan guru mereka.

Beasiswa dan Kuliah ke Luar Negeri

Begitu banyaknya informasi yang tersedia mengenai beasiswa di internet, namun tidak mudah juga untuk mencari informasinya jika tanpa bantuan mesin pencari seperti Google.

Google merupakan alternatif yang patut diperhitungkan untuk mencari informasi beasiswa ini. Dengan mengetikkan kata “scholarship” akan muncul jutaan informasi tentang beasiswa yang bisa anda akses, jika ingin lebih detil lagi, katakanlah anda ingin beasiswa untuk universitas yang ada di Jepang, tinggal masukkan kata kunci seperti [scholarship japan university] maka akan muncul informasi yang lebih detil lagi.

Begitu banyaknya para pencari beasiswa memanfaatkan fasilitas ini. Google mempermudah mereka untuk mendapatkan informasi sehingga bisa untuk ditindaklanjuti oleh mereka.

Strategi Bisnis

Persaingan bisnispun selalu tumbuh dan semakin tajam. Lalu bagaimana caranya agar strategi bisa semakin jitu? Banyak kasus-kasus yang ada di dunia ini, baik berupa keberhasilan dan kegagalan.

Langkah apa yang paling tepat untuk bisnis anda? Carilah di internet, manfaatkan Google sebagai mesin pencari, masukkan kata kunci yang anda inginkan. Temukan secara jitu!

Media Promosi

Tidak sedikit e-mail yang dikirimkan kepada penulis, kenapa situs mereka jarang dikunjungi? Bermacam-macam kasus yang dapat mengakibatkan hal demikian, termasuk diantaranya strategi untuk berpromosi di dunia maya, seperti memanfaatkan mesin pencari sebagai media promosi.

Beritahulah mesin pencari tersebut tentang keberadaan situs anda, susunlah informasi yang ada di dalamnya agar menarik untuk ditampilkan oleh mesin, dan menarik juga untuk dibaca oleh manusia, sehingga ketika suatu kata kunci dicari di mesin pencari, maka situs anda akan menjadi prioritas untuk ditampilkan.

Manfaatkanlah mesin pencari ini!

Orang yang Awal Mengetahui Informasi

Banyak orang yang menjadi perhatian lingkungan di sekelilingnya karena mereka adalah orang yang mengetahui informasi terlebih dahulu. Contohnya tidak usah jauh-jauh, seseorang yang mengungkapkan informasi terbaru terlebih dahulu di lingkungannya, akan menjadi perhatian lebih dari orang-orang yang ada di sekeliling mereka.

Apalagi dengan keberadaan mesin pencari, setiap orang bisa mendapatkan informasi terkini dari belahan negara sana, ingin mencari informasi tentang karyatulis ilmiah? Penelitian? Bola? Gosip? Dst? Ya, tinggal cari di mesin pencari saja!

Membeli Barang Murah

Ketika sebuah produk terkenal dikeluarkan, banyak orang yang mengincar produk tersebut untuk menjadi pemilik awal, atau bahkan iseng sekedar mengetahui spesifikasinya.

Begitu juga dengan berbagai hal lainnya. Anda mau beli tiket murah? Airasia sebagai salah satu contohnya, mereka memberikan penawaran yang lumayan murah jika membeli tiket mereka langsung dari internet.

Mau beli TV, Buku, VCD, atau lainnya, kenapa tidak dicari saja di internet? Temukan melalui mesin pencari! Google menyediakan fasilitas untuk anda yang ingin shooping di luar negeri, tanpa harus ke luar negeri sana!

Foto dari Satelit

Anda ingin mendapatkan foto dari satelit untuk daerah-daerah tertentu? Google dengan layanan foto satelitnya siap juga membantu anda. Gunakanlah layanan Google Earth!

Peta Lokasi

Anda punya kerabat di sebuah kota di Amerika sana, dan ingin mengunjungi mereka? Atau bahkan hanya sekedar untuk melihat-lihat nama jalan yang ada di sekeliling tempat tinggalnya?

Google siap membantu anda! Anda akan tahu peta alamat mereka tanpa harus membeli peta di negara asalnya!

Banyak Lagi!

Dan..... masih banyak fasilitas pencarian yang mungkin anda lakukan! Gunakanlah Google!

Buktikan bahwa mesin mereka ini mampu membantu ada dalam banyak hal!

___________
jack Febrian -- Dosen dan Praktisi Teknologi Informasi di Bandung. Telah menulis beberapa buku, diantaranya Menggunakan Internet, Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, Menjelajah Dunia dengan Google, Tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia, dll..

Penamaan Google

Penamaan Google



Nama Google dengan dua 'o' pun unik. Sebab, jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah 'o' akan muncul sebanyak web yang didapat oleh mesin pencari.

Kata Google berasal dari kata googol. Kata ini berhasil diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka satu (1) yang diikuti 100 angka nol (0).

Luar biasa. Googol merupakan kata yang menunjukkan sebuah bilangan yang sangat besar jumlahnya. Bilangan yang melebihi bilangan miliar atau triliun. Dan di alam semesta ini tak ada benda yang berjumlah hingga googol-an. Tidak itu bintang, tidak itu partikel debu, dan tak pula atom.

Karena itu, penggunaan kata Google merupakan refleksi dari kata googol. Dengan kata tersebut, Google berusaha merefleksikan dirinya sebagai perusahaan yang memiliki misi mengelola sesuatu yang sangat luas dan tak terbatas. Dan itu hanya terdapat pada dunia saiber tempat informasi melimpah tanpa batas.

___________
jack Febrian -- Dosen dan Praktisi Teknologi Informasi di Bandung. Telah menulis beberapa buku, diantaranya Menggunakan Internet, Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, Menjelajah Dunia dengan Google, Tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia, dll..

Sejarah Google yang Unik

Sejarah Google yang Unik



Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik. Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.

___________
jack Febrian -- Dosen dan Praktisi Teknologi Informasi di Bandung. Telah menulis beberapa buku, diantaranya Menggunakan Internet, Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, Menjelajah Dunia dengan Google, Tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia, dll..

Sejarah Google yang Unik

Sejarah Google yang Unik



Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik. Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.

___________
jack Febrian -- Dosen dan Praktisi Teknologi Informasi di Bandung. Telah menulis beberapa buku, diantaranya Menggunakan Internet, Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, Menjelajah Dunia dengan Google, Tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia, dll..